Sabtu, 16 November 2019

Puisi untuk suami tercinta

Dear suamiku...
Terima kasih telah menemukanku dan memilihku sebagai tulang rusukmu
Melengkapi ruas ruas tulangmu yang kosong

Bagiku kau adalah air
Menyegarkan kala jiwa ini kehausan
Menyejukkan kala raga ini keletihan
Memadamkan kala gejolak iman tengah goyah

Sungguh tak ada artinya hidup ini tanpamu
Bagai dunia tak ada sang mentari
Bagai laut tak ada air yang mengaliri

Bila suatu saat aku pergi
Kuharap kau tak mencari pengganti
Karena kumenantimu untuk yang pertama kali
Di singgasana sang Ilahi

Aku sangat mencintaimu untuk saat ini dan selamanya sampai aku mati

Puisi sedih

Teruntuk malaikatku

Nak, betapa bahagianya saat tau kau bersemayam di rahim ibu
Memberi kekuatan baru di kehidupan
Menebarkan senyum terindah
Mengabulkan sebuah angan yang terlalu lama terpendam

Masa demi masa kita nikmati
Bau menyeruak tak jarang membuat perut ini berontak
Panasnya terik tak jarang membuat lemas seluruh tubuh
Ibu tetap kuat
Demi melihatmu tumbuh berkembang

Nak, Tuhan lebih sayang kamu
Ibu bukanlah orang yang kuat
Karena kekuatan Allah lah yang melebihinya

Ibu menangis juga tersenyum
Mengandungmu sekian minggu
Sudah cukup membuat ibu bahagia

Pergilah Nak, pergilah dengan tenang
Sambutlah ibu dan ayah kelak di syurga